5 pemain yang terlihat buruk ketika mereka kembali ke mantan klub mereka

Transfer pemain ke setiap bursa transfer adalah hal yang biasa, kurangnya menit pertandingan, mencoba tantangan baru, tergoda oleh gaji fantastis sebagai tiga faktor paling penting yang mereka pilih untuk pergi.

Ini tidak berarti bahwa pemain itu tidak kembali untuk bertemu dengan klub lamanya. Berbeda dengan Cristiano Ronaldo, yang hampir selalu tampil baik dan bahkan sering mematahkan gawang mantan klub, kini ada setidaknya lima pemain yang terlihat buruk.

Siapakah lima pemain itu? Berikut uraiannya.

5. Luka Modric

Kualitas Luka Modric sepertinya tidak diragukan lagi. Sejak ia memutuskan untuk bergabung dengan Real Madrid pada 2012, pemain asal Kroasia itu menjadi sosok yang penting dan tak tergantikan di lini tengah tim.

Meskipun dia pindah ke Spanyol, ini tidak berarti Modric tidak lagi bertemu dengan klub lamanya Tottenham Hotspur. Keduanya bertemu di babak penyisihan grup Liga Champions Musim 2017/18.

The Spurs, termasuk dalam grup H, secara tak terduga menghadapi pertandingan dan menang dengan meyakinkan 3-1 oleh dua gol dari Dele Alli dan Christian Eriksen, sementara El Real hanya mencetak satu gol melalui Cristiano Ronaldo di menit. -80.

Meskipun kehilangan sisi Mauricio Pochettino, Real Madrid akhirnya mampu mempertahankan gelar dan mencapai tujuan La Decimotercera atau memenangkan Liga Champions ke-13 dalam sejarah klub.

4. Paul Pogba

Langkah Paul Pogba dari Juventus ke Manchester United pada tahun 2016 sudah cukup untuk menarik perhatian publik, bagaimana mungkin dia tidak, dia dibawa dengan dana fantastis yang diperkirakan mencapai 89 juta pound.

Di musim 2018/19, Pogba juga memiliki kesempatan untuk menantang Juventus di babak penyisihan grup Liga Champions, tetapi terlepas dari fakta bahwa ia tampil di Old Trafford, pemain berusia 25 tahun itu tidak berhasil tampil maksimal.

Pogba kurang mungkin dalam transisi permainan dan tidak menyelesaikan momentum serangan yang dibangun di sepertiga terakhir. Tidak hanya itu, Setan Merah akhirnya harus mengambil kekalahan 0-1 melalui gol tunggal yang dicetak oleh Paulo Dybala.

3. Cesc Fabregas

Cesc Fabregas memutuskan pindah ke Chelsea pada 2014, sebelum ia memutuskan untuk kembali ke Spanyol dan membela Barcelona empat musim.

di Musim 2017/18, Chelsea juga menantang Barcelona di babak 16 besar Liga Champions, memiliki modal berharga dengan hasil imbang 1-1 di leg pertama, semuanya berubah di pertemuan kedua.

Fabregas kembali ke Camp Nou terpilih sebagai starter dan keluar 90 menit, sayangnya pemain yang membela Arsenal gagal menunjukkan performa maksimal dan tidak melakukan tugasnya dengan baik di lini tengah.

Akibatnya, The Blues kalah telak dengan 0-3 dan perjalanan di Liga Champions harus berakhir setelah kehilangan total 1-4.

2. Arjen Robben

Arjen Robben menjadi pemain andalan Chelsea pada 2004-2007, pelatih asal Belanda itu juga sosok penting di balik kesuksesan klub Roman Abramovich yang memenangkan dua Liga Premier, Piala Liga dan Piala FA.

Dua musim tersisa untuk Real Madrid, Robben memutuskan pada 2009 untuk meninggalkan Bayern Munich. Tiga tahun kemudian, yaitu pada 2012, dia kembali bertemu the Blues di final Liga Champions.

Kesempatan untuk mengunci kemenangan Bayern ketika timnya memenangkan penalti di perpanjangan waktu, tim 34 tahun itu tidak melakukan pekerjaannya dengan baik, hukumannya dengan mudah bisa digagalkan oleh Petr Cech.

Die Rotten harus mengubur impian pesta untuk pendukungnya sendiri setelah Chelsea memenangkan adu penalti dengan skor 4-3.

1. Gonzalo Higuain

Kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus pada awal musim 2018/1919 segera menempatkan Gonzalo Higuain di lini depan, setelah itu pemain asal Argentina itu memilih untuk memberikan AC Milan opsi pinjaman pada akhir musim.

Higuain tidak perlu banyak waktu untuk kembali bertemu klub lamanya, pada pekan ke-12 Serie A, Senin (12/11), Milan Juventus diselenggarakan di San Siro.

Sayangnya, tim Gennaro Gattuso harus kalah 2-0, tidak hanya itu Higuain tidak bisa membuktikan kualitasnya. Mantan pemain Real Madrid gagal mengeksekusi penalti dan kemudian dikirim keluar setelah menerima kartu kuning kedua pada menit ke-84.

Daftar Sekarang!