Bersama dengan Pendukung, Melkweg merasa di rumah

JawaPos.com – Sebelum pertandingan melawan Singapura, tim nasional Indonesia yang Muslim meluangkan waktu untuk mengadakan sholat Jumat di Masjid Sultan. Masjid di daerah sekitar Arab Street tidak hanya dikunjungi oleh pemain tim nasional. Ada juga banyak pendukung tim Garuda yang mengadakan layanan di masjid pada hari Jumat.

Masjid Sultan pada Jumat (9/11) memang sangat berbeda kemarin. Bukan hanya karena dikunjungi oleh 20 pemain tim nasional dan staf pelatih, termasuk Melkweg. Sejumlah pendukung Indonesia juga ikut ambil bagian dalam ibadah di tempat itu. Mereka bercampur di tempat ibadah di luar Indonesia.

Nah, setelah para pendukung Tim Nasional Jum'at berkumpul di pintu masuk utama masjid. Sebuah spanduk dengan Penjaga Garuda tersebar. Mereka menunggu pemain tim nasional dan staf pelatihan untuk meninggalkan masjid untuk memberikan suntikan motivasi sebelum bertempur.

Seperti M. Teguh Alimuddin. Pria asal Surabaya itu terlihat bersemangat setiap kali melihat pemain tim nasional datang dari pintu masuk utama masjid. Terutama pemain dari Persebaya seperti Irfan Jaya, Andik Vermansah, hingga Evan Dimas.

& # 39; & # 39; Semangat, Mas. Kami harus menang, kami mendukungnya nanti, "teriaknya.

Puluhan orang mulai guntur semakin banyak ketika pelatih kepala tim nasional, galaksi penuh pakaian Islam, muncul. Mereka menyebut mantan pemain Gresik United Persegres. Goyangkan saja tangan dan ucapkan selamat tinggal pada pertandingan. Belum lagi, bersama dengan foto ditutup.

Teguh mengatakan bahwa ia dan rekan-rekannya berasal dari sebuah komunitas bernama LA Grande Indonesia. Sekitar 21 orang dari seluruh Indonesia melakukan itu tret-tet-tet khusus ke Singapura untuk mendukung tim nasional.

& # 39; & # 39; Dari beberapa pendukung ini adalah bukti bahwa kita bersatu di sini. Pemain juga bersatu untuk Indonesia, tidak ada perbedaan demi kinerja, "tegasnya.

Bima mengaku telah terpengaruh oleh komentar tersebut. Dia merasa sangat diterima di Indonesia. & # 39; Seperti di rumah, & # 39; katanya.

Bima berharap para pendukung tim nasional akan mempertahankan nama Indonesia di Singapura. Tetap patuh dan dukung sportivitas di stadion.

& # 39; Semua saudara dan saudari di sini, persaingan hanya akan 90 menit di lapangan. Sisa Indonesia dan Singapura adalah teman. Seperti saya dan Fandi Ahmad (pelatih Singapura), & # 39; Bima berkata.

Sayangnya, dukungan dan doa para pendukung ini tidak memiliki pengaruh positif pada permainan di lapangan. Tim Garuda dipaksa untuk mengalahkan 0-1 oleh tuan rumah. Hasil yang membuat peluang Indonesia di Piala AFF 2018 semakin sulit.

(RID)

,

Daftar Sekarang!