Game lapangan dugem Jogja yang aman, indah di jalan JawaPos.com

JawaPos.com – Pertandingan derby Jogjakarta antara PSS Sleman versus PSIM Jogja benar-benar berjalan dengan aman di lapangan, Rabu lalu (10/10). Alasannya adalah bahwa kompetisi ini didasarkan pada rekomendasi dari polisi tanpa publik di stadion. Namun, masih ada kerusuhan dengan pendukung.

Kepolisian daerah DIJ menerima sejumlah kerusuhan dengan pendukung, setelah pertandingan di Stadion Maguwoharjo, Sleman pada Rabu (10/10), kemarin. Baik kerusuhan antara pendukung dan pendukung dengan warga negara.

"Sementara kedua kubu pendukung setuju dengan damai," kata DIJ menyayangkan Kepala Humas Polri, AKBP Yuliyanto, Kamis (11/10).

Atas dasar pertemuan di markas besar kepolisian daerah DIJ beberapa waktu lalu, kedua pihak sepakat bahwa tidak ada konvoi. "Sepertinya itu tidak mudah." Kuasai barisan pendukung ke ribuan orang, "lanjutnya.

Keterbatasan personel polisi adalah alasannya. Para pejabat tidak bisa mencapai pusat pengumpulan untuk para pendukung.

Seperti diketahui, karena suporter PSS dan PSIM tidak diperbolehkan melihat stadion di lokasi yang berbeda. Dari balai desa ke kantor kecamatan. Ini untuk mengantisipasi pergerakan suporter ke stadion.

Tetapi kekacauan masih terjadi di lokasi yang berbeda. Seperti di Lapangan Sendangadi, Mlati, Sleman. Kerusuhan pendukung telah menyebabkan arus lalu lintas kendaraan di Jalan Magelang menjadi goyah. Ada puluhan penggemar berlarian di antara kendaraan yang melintas.

"Kerusuhan sebenarnya terjadi antara suporter PSS Sleman," kata Yuliyanto. Menurutnya, kekacauan itu terjadi karena faktor emosional. Karena pengaruh minuman beralkohol. "Ditangani langsung oleh polisi setempat," tambahnya.

Meskipun bisa diharapkan, kekacauan tetap menjadi catatan polisi. Yuliyanto mendesak penggemar sepakbola di Yogyakarta untuk menjadi dewasa. Prioritaskan sportivitas dalam memberikan dukungan. Fokus pada olahraga. Tidak mencari permusuhan.

Kerusuhan lain dilaporkan di daerah Piyungan di Bantul. Ini diikuti oleh jajaran Jogja Polresta.

Polisi mendeteksi kehadiran 14 remaja yang berkumpul di Aula Olahraga Sorowajan, Banguntapan, Bantul. Puluhan remaja kemudian dikawal ke Mapolresta Jogja untuk diperiksa pada Rabu malam (10/10). Mereka semua sudah direkam dan diserahkan ke kantor polisi Banguntapan.

"Tidak ada bukti yang mengarah ke proses pidana, tetapi ada yang membawa empat blok batu," kata Kepala Humas Humas Polda DIY Iptu Sartono. Hingga kemarin, polisi belum menerima laporan korban kerusuhan.

(dwi / yog)

,

Daftar Sekarang!