Kritik media massa luar negeri kepemimpinan Edy Rahmayadi di PSSI

JawaPos.com – Tim nasional Indonesia kalah lagi selama turnamen Piala AFF 2018. Pada Sabtu (11/17) Indonesia memukul lutut dengan skor 2-4.

Kekecewaan jelas dirasakan oleh orang-orang di negara itu. Mereka menganggap PSSI tidak kompeten dalam mempersiapkan tim nasional.

Kekhawatiran masyarakat Indonesia akhirnya ditekankan oleh media massa asing, Fox Sport Asia, Dalam laporan berjudul & # 39;5 alasan mengapa Indonesia berpikir penggemar harus meninggalkan Edy Rahmayadi PSSI& # 39; mereka mengungkapkan kinerja buruk organisasi induk di negara tersebut.

Berdasarkan isi berita, ketua umum PSSI tidak dianggap mampu memberikan kontribusi besar untuk meningkatkan kinerja tim nasional Indonesia. Tidak hanya itu, mempertahankan kompetisi Kompetisi 1 secara bersamaan dengan Piala AFF juga menjadi perhatian masyarakat asing.

Mereka menilai apakah PSSI harus dapat mengatur jadwal sehingga persaingan domestik tidak bertentangan dengan turnamen kelas Piala AFF. Ini memiliki konsekuensi untuk persiapan tim nasional Indonesia.

Kesalahan diperparah oleh kebodohan PSSI ketika Indonesia menderita Timor Leste beberapa waktu lalu. Saat itu PSSI lupa logo kompetisi Piala AFF di jersey timnas Indonesia. Ini bisa menghasilkan denda hingga Rp 73 miliar.

Kepercayaan publik terhadap Edy terus menurun ketika ia melakukan tindakan kekerasan terhadap pendukung Indonesia. Insiden itu terjadi selama pertandingan PSMS Medan melawan Lamela Persela. Edy marah karena dia pikir fans menyalakan obor di tribun.

Alasan terakhir tentu saja karena posisi gandanya. Selain posisi presiden PSSI, Edy juga bertindak sebagai gubernur Sumatera Utara. Publik merasa bahwa dia sebenarnya tidak mendorongnya untuk melaksanakan tugasnya untuk membangun sepakbola di negara ini.

(mat / JPC)

,

Daftar Sekarang!