Memiliki masalah keuangan, akankah Persiba Balikpapan menawarkan untuk dijual? | JawaPos.com

JawaPos.com – Tidak mudah untuk memimpin klub sepakbola di Indonesia. Di tengah iklim industri sepak bola yang masih stagnan, tantangan besar dapat membawa klub ke pertunjukan. Hal ini tidak biasa bagi banyak klub berdarah & # 39; di tengah persaingan karena masalah keuangan.

Keadaan inilah yang dirasakan oleh kebanggaan masyarakat Kota Beriman, Balikpapan Persiba. Demi mempertahankan keberadaan klub yang pernah muncul di kasta tertinggi sepakbola Indonesia, manajemen juga mencari solusi terbaik.

Sebagai ilustrasi: rata-rata klub yang berpartisipasi di Liga 2 membutuhkan dana tidak kurang dari Rp 500 juta per bulan. Uang itu digunakan untuk gaji pemain, pelatih, dan operasi tim ketika Anda bermain di luar kota. Dan Persiba tampaknya memiliki masalah dapatkan jumlah itu setiap bulan.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengaku baru-baru ini bertemu dengan manajemen untuk membahas masa depan tim Honey Bear. Salah satunya adalah finansial. Sehingga klub yang didirikan pada 1950 masih ada di dunia sepakbola.

"Kemarin Anda bertemu (manajemen), intinya adalah Persiba terbuka untuk semua orang yang ingin berinvestasi," kata walikota Selasa (10/10).

Bahkan Rizal mengatakan manajemen sudah siap untuk mentransfer Persiba ke Pemerintah Kota Balikpapan. Meski belum jelas, itu dilakukan pada akhir musim ini atau musim depan.

Disebutkan bahwa investor bisa mengambil alih manajemen Persiba, Rizal mengatakan kemungkinan itu ada. Hanya saja, kata Rizal, pembicaraan tentang investor belum terlalu detail. Itu juga jumlah anggaran yang dibutuhkan untuk mengambil alih Persiba.

"Yang jelas, siapa yang tertarik nanti, Persiba akan tetap di Balikpapan dan tidak akan pindah basis rumah"Kata Rizal.

Akankah Pemerintah Kota Balikpapan langsung mengelola Persiba ketika manajemen membawa klub kembali? Rizal menjelaskan bahwa ini akan menjadi dilema bagi pemerintah.

"Tentu saja tidak mudah jika birokrasi menginginkannya, yang jelas, kami mencoba untuk investor," tambah Rizal.

Ketika ini dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Personalia Yasser Arafat menambahkan bahwa tindakan yang diambil oleh manajemen tidak dapat dipisahkan dari kesulitan mencari sponsor untuk Sun Bear. Itulah mengapa Yasser berharap bahwa pemerintah dapat menemukan solusi untuk masalah keuangan ini.

"Jika tidak ada jalan yang tersisa, tentu saja akan dikembalikan ke dewan kota Balikpapan," katanya.

Sejak adanya peraturan sepakbola nasional tanpa dukungan APBD pada 2010, semua klub harus dikelola secara profesional. Sejak itu, manajemen Persiba telah membiayai operasi tim.

Disebutkan tentang jumlah yang harus dibayarkan oleh investor, Yaser enggan mengungkapkannya. "Yang jelas cukup besar, tapi ini hanya karena kebanggaan masyarakat Balikpapan bahwa mereka bisa unggul lagi," Yasser menyimpulkan.

(* / hul / is / k15)

,

Daftar Sekarang!