Menurut laporan, biaya sewa kantor sebesar Rp. 40 juta, ini adalah reaksi PSSI

JawaPos.com – Otoritas sepakbola tertinggi di Indonesia, PSSI sedang terguncang. Setelah membayar puluhan miliar rupiah sebagai ganti mantan ketua PSSI La Nyalla Mattalitti, PSSI kini diduga tidak membersihkan sisa sewa kantor lama mereka di kawasan Kuningan, Jakarta.

Atas dasar penelitian Komite Perubahan Sepak Bola Nasional (KPSN) tentang keuangan PSSI, ada backlog dari kantor penyewaan di Gedung Gran Rubina Business Park, Kuningan, Jakarta. Ketua KPSN, Suhendra Hadikuntono, mengatakan, PSSI terlambat membayar sewa kantor di Gran Rubina seharga Rp. 40 juta.

Di bawah kepemimpinan Djohar Arifin Husin, PSSI memiliki kantor di Kompleks Stadion Utama Bung Karno (SUGBK), Senayan, Jakarta Pusat. Renovasi SUGBK untuk Asian Games pada tahun 2018 menyebabkan PSSI meninggalkan kantornya ke Rasuna Office Park, Kuningan, Jakarta Selatan.

Selain itu, PSSI memiliki kantor di Gran Rubina Park di lantai 17 ketika Presiden Presiden PSSI beralih ke Edy Rahmayadi. Mulai 1 Februari 2018, PSSI memindahkan kantor lain ke sebuah rumah di Jl Kemang Timur V, Jakarta Selatan.

Meskipun PSSI telah pindah ke Kemang, sisa sewa sebesar Rp. 40 juta di Gran Rubina Business Park masih tertunda. Suhendra berharap, tunggakan kantor yang "tidak banyak" dibandingkan dengan peredaran uang perusahaan di lingkungan PSSI yang mencapai ratusan miliar rupiah per tahun langsung dibayarkan.

"Ini merupakan cerminan bahwa manajemen PSSI saat ini tidak dapat mengelola organisasi dengan baik, harga sewa sebesar Rp 40 juta harus jatuh tempo," kata Suhendra, Rabu (31/10).

Sementara itu, wakil sekretaris bisnis sekretaris PSSI Marsal Masita telah menolak biaya tunggakan karena menyewa kantor PSSI di Gran Rubina Business Park. "PSSI tidak memiliki utang untuk manajer Rubina, dan jika ada utang, PSSI pasti akan dicari," kata Marsal pada Selasa (30/10).

(jpg / adw / JPC)

,

Daftar Sekarang!