Tim nasional Indonesia belum dapat mengatasi mitos Bad Rajamangala

JawaPos.com – Tim nasional Indonesia gagal lagi menaklukkan rumah mistis Thailand, Stadion Rajamangala, Sabtu (17/11). Mereka harus kembali ke kekalahan 2-4 dari Thailand.

Tim Garuda yang sebenarnya memulai balapan dengan meyakinkan. Menit kedelapan hampir menghasilkan umpan silang dari Putu Gede. Bola dibuang oleh bek Thailand dan kemudian memimpin Zulfiandi yang kemudian menendang bola. Sayang, bola masih naik.

Tim nasional Indonesia
Indonesia tidak luput dari kutukan Rajamangala. (Chandra Satwika / Jawa Pos)

Stefano Lilipaly menggantikan peluang emas. Chip Andik Vermansah gagal berdiri di depan bek lain, Lilpaly kemudian berdiri satu lawan satu di depan kiper. Sayangnya, tagihan akhir tidak maksimal.

Timnas Indonesia berhasil membuka skor di menit ke-29, dimulai dari sudut, uskup Evan Dimas disambut oleh Zulfiandi dengan tendangan keras yang tidak bisa dihadang oleh kiper Thailand.

Sayangnya, menit ke-38 berhasil membuat Thailand sama. Setho's cloud gagal menghentikan tendangan sudut tajam Korracot, Wriya-Udomsiri, yang menyentuh tiang jauh dan masuk ke gawang.

Thailand sebenarnya telah berhasil membalikkan posisinya di masa depan waktu tambahan ronde pertama. Tendangan bebas Korrakot menyebabkan krisis dan Pansa Hemviboon berhasil memukul bola di gawang Awan Setho.

Skor 2-1 untuk tuan rumah menutup babak pertama. Di babak kedua Thailand kalah 65 menit, kali ini melalui Adisak Kraisorn.

Berdasarkan kesalahan Awan Setho, bola menjadi berbahaya bagi Indonesia. Adisak kemudian melewati Fachruddin dan berhasil memukul bola melawan Indonesia.

74 menit, serangan balik cepat memberi Poklaw A-Nan kesempatan. Cloud Setho keluar dari sarangnya tetapi tidak dapat melepaskan tembakan chip yang berakhir di tujuan kosong.

Indonesia mempersempit posisinya pada menit ke-89. Dari sudut Riko Simanjuntak, Fachruddin Aryanto berhasil mencetak bola.

Sayangnya, hingga menit terakhir skor 4-2 untuk Thailand tidak berubah. Hasilnya membuat semakin sulit bagi Indonesia untuk pindah ke fase berikutnya. Tim Garudabaru mengambil satu kemenangan dan dua kekalahan dalam tiga pertandingan.

Thailand 4-2 Indonesia
(Korrakot 38 & # 39;, Pansa 45 + 3 & # 39;, Adisak 65 & # 39;, Poklaw 74 & # 39; – Zulfiandi 29 & # 39;, Fachruddin 89 & # 39;)

Komposisi pemain:

Thailand: 23-Sivaruck Tedsungnoen; 13-Philip Roller, 6-Pansa Hemviboon, 4-Chalermpong Kerdkaew, 24-Korakod Wiriyaudomsiri; 8-Thorage Puangchan, 17-Tanaboon Kesarat; 29-Wichaya Dechmitr, 11-Mongkol Tosakai, 9-Adisak Kraisorn, 14-Nurul Sriyarngem
pelatih:

Indonesia: 12-Cloud Setho; 2-I Putu Gede, 16-Fachruddin Aryanto, 23 Hansamu Yama, 3-Alfath Fathier; 4-Zulfiandi (19-Bayu Pradana 78 & # 39;), 10-Stefano Lilipaly, 6-Evan Dimas, 25-Riko Simanjuntak, 9-Alberto Goncalves (27-Dedik 88), 21-Andik Vermansah (Febri Hariyadi 42 & # 39;)
pelatih: Bima Sakti

(IES / JPC)

,

Daftar Sekarang!