Voiced Racist Song, game PSMS vs. Madura United dihentikan

PSMS Medan melawan Madura United.

INDOSPORT.COM – Aksi PSMS Medan melawan Madura United di lanjutan Liga 1 2018 yang berlangsung di stadion yang patut dicontoh, Medan, Sabtu (17-11-2018) tidak hanya meluangkan waktu dengan total enam gol yang diciptakan.

Kompetisi juga diisi dengan acara yang tidak dipakai. Dari bentrokan pendukung dan tim keamanan sipil yang dibentuk oleh komisi (steward), pertandingan juga dihentikan oleh wasit setelah 73 menit.

Sebab, ada lagu rasis oleh Tribun Selatan yang sengaja mengolok-olok penjaga gawang Madura United, Satria Tama, karena dia terlalu berlebihan dalam mengantisipasi bola.

Lagu-lagu kotor itu sendiri dianggap rasis sesuai dengan aturan yang baru saja menerima otoritas tertinggi sepakbola Indonesia PSSI.

"Satria adalah * …. Satria * adalah … Knight", sepotong teks yang sering diulang di Stadion Sampel.

Namun pertandingan dilanjutkan setelah kapten PSMS Medan, Legimin Rahardjo mencoba menenangkan para pendukung.

Dalam konferensi pers setelah pertandingan, Satria Tama mengaku dia tidak keberatan, tetapi yang paling penting adalah dia tidak melakukan sesuatu yang negatif tentang suporter PSMS yang memainkan lagu rasis.

"Menurut saya itu bukan masalah, yang paling penting adalah bahwa saya tidak melakukan rasisme di sini dan tidak melakukan hal-hal negatif," kata Satria saat konferensi pers setelah pertarungan.

Penjaga berusia 21 tahun itu juga mempresentasikan sebuah kasus yang melibatkan vokal rasis oleh pendukung PSMS kepada mereka yang berhak, dalam hal ini Komisi Disiplin PSSI (Komdis).

"Masalah mereka ofensif, harus ada hukuman, biarkan pihak yang berhak menilai," Satria menyimpulkan.

Terus ikuti Berita Sepak Bola Kompetisi Indonesia Lainnya di INDOSPORT,

,

Daftar Sekarang!